Selamat Datang di Personal Blog Saya

the template created by Templates Block.

Disini saya berharap akan kritik maupun saran dari temen -teman untuk perkembangan blog ini kedepannya (positif)

Selamat Berbagi.

Selasa, 04 Oktober 2011

Hukum Benda Dalam KUHPerdata



PENGERTIAN BENDA (ZAAK)
    Secara yuridis adalah segala sesuatu yang dapat di haki atau yang dapat menjadi obyek hak milik ( pasal  499 BW)
   ASAS-ASAS KEBENDAAN
    1.   Asas hokum pemaksa (dewingenrecht) 
    Bahwa orang tidak boleh mengadakan hak kebendaan yang sudah diatur dalam UU
    1.   Asas dapat di pindah tangankan
    Semua hak kebendaan dapat dipindah tangankan , kecuali hak pakai dan mendiami
    1.   Asas individualitas
    Objek hak kebendaan selalu benda tertentu atau dapat ditentukan secara individual , yang merupakan kesatuan
    1.   Asas totalitas
    hak kebendaan selalu terletak diatas seluruh objeknya sebagai satu kesatuan (psl 500, 588, 606 KUHPdt)
    1.   Asas tidak dapat dipisahkan
    Orang yang berhak tidak boleh memindah tangankan sebagian dari kekuasaan yang termasuk suatu hak kebendaan yang ada padanya
    1.   Asas prioritas
    Semua hak kebendaan memberi kekuasaan yang sejenis dengan kekuasaan atas hak milik (eigendom) sekalipun luasnya berbeda-beda
    1.   Asas percampuran
    Apabila hak yang membebani dan yang dibebani itu terkumpul dalam satu tangan , maka hak yang membebani itu lenyap (pasal 706, 718, 724, 736, 807 KUHPdt)
    1.   Pengaturan berbeda terhadap benda bergerak dan tak bergerak
    Terhadap benda bergerak tak bergerak terdapat perbedaan pengaturan dalam hal terjadi peristiwa hokum penyerahan , pembebanan , bezit , dan verjaring
    1.   Asas publisitas
    Hak kebendaan atas benda tidak bergerak diumumkan dan didaftarkan dalam register umum
    1.   Asas mengenai sifat perjanjian
    Hak yang melekat atas benda itu berpindah , apabila bendanya itu di serahkan kepada yang memperoleh hak kebendaan itu

PEMBEDAAN MACAM-MACAM BENDA
Menurut system hokum perdata barat sebagaimana distur dalam BW benda dapat di bedakan atas :
a) benda bergerak dan tidak bergerak
b) benda yang musnah dan benda yang tetap ada
c) benda yang dapat diganti dan benda yang tidak dapat diganti
d) benda yang dapat dibagi dan tak dapat dibagi
benda yang diperdagangkan dan benda yang tidak diperdagangkan


SISTEM KEBENDAAN
Hokum benda yang termuat dalam buku II BW pasal 499 s.d 1232 adalah hokum yang mengatur hubungan hokum benda (buku II BW) itu mengqnut system tertutup


PEMBEDAAN HAK KEBENDAAN




Bersifat memberikan kenikmatan (zekelijk genotsrecht)
·    Bezit 
suatu keadaan dimana seseorang menguasai suatu benda , baik sendiri maupun dengan perantaraan orang lain , seolah-olahnya benda itu miliknya sendiri
·    Hak milik (hak eigendom)
disebutkan dalam pasal 570 BW menyatakan bahwa hak milik adalah hak untuk menikmati kegunaan sesuatu benda dengan sepenuhnya dan untuk berbuat sebebas-bebasnya terhadap benda itu
·    Hak memungut hasil adalah hak untuk menarik hasil (memungut) hasil dari benda orang lain , seolah-olah benda itu miliknya sendiri dengan kewajiban untuk menjaga benda tersebut tetap dalam keadaan seperti semula.
·    Hak pakai dan mendiami
dalam BW hak pakai dan hak mendiami ini diatur dalam buku II title XI dari pasal 818 s.d 829 . dalam pasal 818 BW hanya disebutkan bahwa hak pakai dan hak mendiami itu merupakan hak kebendaan yang terjadinya dan hapusnya sama seperti hak memungut hasil (vruchtgebruik)

Bersifat memberikan Jaminan :
·     Hak gadai (pasal 1150 BW) : hak yang diperoleh atas suatu benda bergerak yang diberikan kepadanya oleh debitur obyek : benda bergerak subyek : orang cakap
·     Jaminan fidusia : hak jaminan atas benda bergerak baik berwujud maupun tidak dan benda tidak bergerak dibebani hak tanggungan. Subyek : orang yang membuat perjanjian
·    Hypotheek : hak kebendaan yang bersifat memberikan jaminan kepada kreditur bahwa piutangnya akan dilunasia debitur (dalam buku II title XXI pasal 1162 s.d 1232, tidak semua berlaku )
·     Privilege (piutang –piutang yang di istimewakan)

0 komentar:

Poskan Komentar